Mengapa Gereja Bisa Membeli Tata Suara Sampai Tiga Kali? Apakah Bisa Anda Hanya Membeli Cukup Satu Kali?

Mengapa Gereja Bisa Membeli Tata Suara Sampai Tiga Kali? Apakah Bisa Anda Hanya Membeli Cukup Satu Kali?

Ada pepatah diantara sound kontraktor yang lebih baik bahwa mereka ingin menjual tata suara terbaru kepada gereja. Hal itu dikarenakan, kedengarannya aneh, kebanyakan gereja begitu takut/khawatir untuk membeli tata suara sehingga mereka membelinya tiga atau empat kali sebelum mereka akhirnya mendapatkan tata suara yang bekerja cukup baik dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Yang pertama dibeli ketika mereka mendirikan gereja dan arsitek berkata bahwa dia akan mendesainnya. Yang sebenarnya terjadi adalah dia memberikannya kepada seorang sound kontraktor, biasanya kepada seorang anak baru di lingkungan yang mencoba untuk melangkah ke dalam masyarakat (mendapatkan pekerjaan) dengan mendesain secara gratis.Dia mencetak sebuah daftar tentang segala perlengkapan dimana dia mendapatkan penawaran terbaik dan mengirimnya bersama spesifikasinya.

Peralatan tata suara tersebut akhirnya ditawar.Seringkali pahlawan kita adalah seorang yang menawar murah, tetapi sering kali tidak lama kemudian seseorang yang tahu sedikit tentang harga barang, dia melakukan penawaran dengan peralatan berbeda yang lebih murah.Dan karena tidak ada orang yang memiliki pengetahuan yang cukup untuk memutuskan yang mana yang merupakan penawaran yang lebih baik, maka peralatan dengan harga yang lebih rendah biasanya yang menjadi pemenangnya.Tidak masalah – apakah peralatan tersebut memenuhi kebutuhan gereja atau tidak, dan kebanyakan diganti dalam setahun atau dua tahun.

Kenapa peralatan pertama diganti?Beberapa permasalahan yang umum terjadi adalah feedback (suara denging), ucapan pidato yang kurang dimengerti dan musik yang jelek dikarenakan terlalu banyak gema, suaranya tak dapat didengar di mimbar, titik2 mati, titik2 yang dapat menangkap dengan jelas, dan kualitas suara yang tidak nyaman.Dan akhirnya kita membeli peralatan yang kedua.

Ada beberapa variasi peralatan nomor dua. Seringkali, anggota kelompok pujian dan penyembahan melakukan penjajakan (pencarian) dengan mencoba mengunjungi toko alat musik dan peralatan recording (rekaman) yang mereka kenal, dimana di sana ada orang-orang yangpernah atau mengenal seseorang yang bermain dalam band. Dan semua orang tersebut tahu bagaimana caranya memasang sebuah tata suara – bagaimanapun juga, mereka melakukannya untuk band mereka di bar, dan dibayar untuk haltersebut! Tambahkan lagi fakta bahwa mereka mendapatkan komisi, menjual semua peralatan yang didesain untuk digunakan band di bar.dan coba tebak, bukankah tata suara gereja hanya seperti tata suara band di bar yang lebih besar? Jadi kita mendapatkan desainer yang lagi-lagi tidak tahu banyak tentang apapun yang berhubungan dengan tata suara untuk gereja, tetapi dia menjual peralatannya.

Variasi kedua yang umum dimulai dari seseorang jemaat yang merupakan seorang sound contractor atau kenal seseorang sound contractor. Dan karena dia adalah seorang teman, atau teman dari seorang teman, dia diminta untuk mendesain sistem suara berikutnya. Mungkin dia memang memiliki kemampuan untuk melakukan itu, tetapi lebih seringnya spesialisasinya adalah membuat system suara untuk kantor dan pabrik, atau untuk tour band rock. Jadi ada seorang lagi desainer yang tidak punya pengetahuan yang cukup untuk membuat desain yang benar.

Variasi umum lainnya yang sama adalah insinyur dari industri elektronik yang mengepalai radio lokal atau toko musik dan penggemar peralatan stereo yang berpikir semuanya akan menjadi baik jika mereka memakai kabel, penguat daya (poweramplifier),loudspeaker (pengeras suara) dan mikrofon yang terbaru.

Jadi ini kedua kalinya, desainer dipilih karena dia adalah teman seseorang, tetapi tetap tidak bagus karena tidak memiliki kemampuan yang terbukti untuk memberikan tata suara yang bagus kepada gereja.Sistem nomor dua dibeli dan diinstal, dan jarang bekerja lebih baik dari pada yang pertama.Tetapi setelah beberapatahun kemudian, uang yang dihabiskan dua kali lipat dari yang direncanakan, dan jemaat berkurang karena suaranya yang buruk.Pendeta masih juga memiliki komunikasi yang buruk bagi jemaat, dan kelompok pujian dan penyembahan lebih mirip keramaian (gangguan) daripada inspirasi.