Bagaimana bunyi dapat dihasilkan?

SOUND SYSTEM BASIC (Part 1) : BAGAIMANAKAH PROSES SUARA DAPAT TERCIPTA??

PROSES SUARA DIHASILKAN

SOUND SYSTEM BASIC – Sound system merupakan alat bantu yang dapat menghasilkan suara lebih keras dibandingkan dengan tidak memakai alat bantu. Penggunaan sound system memiliki tujuan untuk memberikan kualitas suara yang lebih keras sehingga suara dapat sampai dengan jangkauan lebih jauh.

Untuk menjadi suara/bunyi sendiri harus memenuhi tiga aspek, yaitu: sumber getar (penghasil bunyi), media penghantar (medium), dan media penerima (gendang telinga). Ketiga aspek tersebut harus terpenuhi agar suara/bunyi dapat tercipta, selanjutnya kita akan membahas ketiga aspek tersebut dalam artikel sound system basic pertama kita.

Proses terjadinya bunyi

Tiga Aspek Dasar Suara

Sumber Getaran (Penghasil Bunyi)

Bagaimana bunyi bisa dihasilkan? Sebuah bunyi dapat dihasilkan dari adanya getaran dari benda yang dapat menghasilkan bunyi, mulai dari benda yang jatuh, alat musik, hingga getaran dari pita suara manusia, dan lain sebagainya. Getaran tersebut nantinya akan merubah tekanan pada medium (meninggi/compression dan menurun/rarefaction).

Pada siklus perubahan tekanan ini akan menciptakan suatu pola yang disebut gelombang bunyi (sound wave). Jadi gelombang bunyi adalah deretan (siklus) dari perubahan tekanan yang bergerak melalui medium. Medium atau yang biasa disebut zat perantara ini dapat berupa zat cair, zat padat, ataupun berupa gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat ketika di dalam airbatu bara, atau udara.

Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar kemudian merambat ke segala arah. Molekul-molekul tersebut akan berdesakan di beberapa tempat, sehingga dapat menghasilkan wilayah yang dapat menghasilkan tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga dapat menghasilkan wilayah dengan tekanan rendah.

Gelombang bertekanan tinggi dan bertekanan rendah secara bergantian melewati udara dan menyebar dari sumber bunyi. Gelombang ini menghantarkan bunyi sampai ke telinga manusia, Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal.

Frekuensi, Amplitudo dan Panjang Gelombang

Frekuensi dan amplitudo dapat mendeskripsikan gelombang bunyi sederhana. Frekuensi dapat menyatakan seberapa banyak getaran yang terjadi dalam satu detik, yang dapat diukur dalam satuan.

Hertz (Hz). 1 Hz berarti satu getaran/siklis per detik. Gambar berikut merupakan ilustrasi tentang gelombang bunyi. Satu siklis (getaran) dapat ditandai dengan satu puncak dan satu lembah gelombang.

Amplitudo, Frequency, and phase
cycle (T) voltage. A. B. C. B. A π. 2π. time (t) C. Amplitude (V) Amplitudo. Nilai maksimum dari besaran elektrik (mis voltage) dari gelombang. Frekuensi. Jumlah cycle yang dihasilkan dalam satu detik (cycles per second atau Hertz) Phase. Gelombang A dengan phase 00. Gelombang B dengan selisih phase -900 (lebih lambat) terhadap A. Gelombang C dengan selisih phase +900 (lebih cepat) terhadap A. SM Pengantar Sistem Telekomunikasi. Semester genap

Rentang frekuensi bunyi yang masih dapat didengar oleh telinga manusia berkisar antara 20 Hz – 20 KHz, disebut dengan audiosonic.

Amplitudo merupakan kekuatan (magnitude) perubahan tekanan. Secara praktis, amplitudo menentukan tingkat kekerasan (loudness) suatu bunyi. Amplitudo diukur dalam decibel (dB) of sound pressure level (SPL), yang berkisar antara 0 dB SPL (the threshold of hearing) hingga lebih dari 120 dB SPL (the threshold of pain).

Level suara percakapan biasa berkisar sekitar 70 dB SPL. Karakteristik lain gelombang bunyi adalah panjang gelombang (wavelength). Panjang gelombang merupakan jarak fisik dari satu titik tertentu pada siklis gelombang ke titik yang sama pada siklis berikutnya (misalnya dari titik puncak ke titik puncak berikutnya, atau dari titik minimum ke titik minimum berikutnya).

Panjang gelombang, frekuensi dan kecepatan rambat bunyi di medium diperlihatkan oleh rumus berikut:

The wave equation

berdasarkan rumus di atas, maka semakin tingginya frekuensi, maka semakin kecil juga panjang gelombangnya dan semakin rendah frekuensinya, maka semakin besar panjang gelombangnya. Efek akustik yang terjadi adalah pengaruh dari besar-kecilnya panjang gelombang.

Media Penghantar (Medium)

Aspek dasar suara yang kedua adalah media penghantar (medium),  bagaimana proses getaran dapat tersampaikan sebagai bunyi? Sebelumnya sudah dibahas bahwa medium suara bukan hanya udara saja, namun juga dapat berupa medium padat maupun cair.

Gelombang bunyi pada dasarnya akan merambat lurus, namun akan mengalami refleksi (pemantulan) atau absorpsi (peredaman/penyerapan) ketika gelombang bunyi tersebut mengenai sesuatu. Transmisi dari gelombang bunyi akan terpengaruh
hanya jika ukuran permukaan dari benda yang dilewati gelombang suara tersebut lebih besar dibandingkan terhadap panjang gelombang bunyi.

Jika permukaannya kecil (dibanding panjang gelombangnya) maka objek tersebut tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap gelombang dan objek tersebut dapat dianggap tidak ada. Frekuensi tinggi dapat dipantulkan maupun diserap oleh permukaan kecil, tapi frekuensi rendah hanya dapat diserap atau dipantulkan oleh objek/permukaan yang besar.

Direct sound vs. Indirect sound

Direct sound vs. Indirect sound

Direct sound merambat ke pendengar melalui lintasan terpendek (lurus). Sedangkan, indirect sound melalui proses pemantulan gelombang suara sebelum mencapai pendengar (lintasan yang ditempuh lebih panjang).

Jika direct sound dan indirect sound terjadi bersamaan sebagai akibat dari akustik ruangan yang kurang baik, hal ini akan menyebabkan terjadinya fenomena delay. Ketika gelombang bunyi merambat pada kecepatan yang konstan di medium yang sama, indirect sound akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyampaikan gelombang suara melalui medium untuk sampai ke media penerima (pendengar).

Jika delay terjadi cukup panjang sebagai akibat dari proses pantulan-pantulan yang terjadi, maka akan terjadi fenomena “echo”, yaitu terjadinya gema/ pengulangan dari direct sound.

Dalam direct sound, Semakin jauh dari sumber bunyi, maka akan semakin lemah bunyi yang dihasilkan mengikuti inverse-square law dan akan menyebabkan penurunan yang cukup esensial sebesar 6 dB SPL. Akan tetapi ketika jarak menjadi setengahnya, maka level suara akan naik sebesar 6 dB.

Media Penerima

sistem kerja telinga

Berikutnya adalah aspek dasar suara yang ketiga yaitu media penerima, media penerima dapat berupa telinga manusia ataupun instrumen lain seperti microphone. Hal ini menandakan bahwa media penerima sangatlah relatif dan fleksibel, namun hasil akhirnya adalah ketika bunyi/suara itu bisa sampai ke telinga manusia.

Setelah melalui proses pembuatan bunyi kemudian bertransmisi melalui medium hingga akhirnya sampai pada media penerima yang berupa gendang telinga, maka disinilah suara/bunyi telah dihasilkan.

Proses penerimaan gelombang suara ke gendang telinga adalah proses perubahan tekanan pada gendang telinga, sehingga akan menyebabkan getaran pada gendang telinga, kemudian akan diproses oleh sistem syaraf untuk dilanjutkan ke otak, hingga akhirnya gelombang yang diterima oleh gendang telinga tersebut diterjemahkan oleh otak sebagai bunyi/suara.

Begitupun pada instrumen sebagai media penerima, pada dasarnya prinsip nya sama dengan media penerima pada manusia, hanya mekanismenya saja yang berbeda.

Vincent Maestro Group
Jasa Sewa Sound system, Lighting, Genset, LED Wall, dan Multimedia

Semoga pembahasan pada artikel Vincent Maestro kali ini dapat berguna bagi Anda, Vincent Maestro Group adalah provider persewaan profesional untuk sound system, lighting, silent genset, LED videotron, dan multimedia yang ada di Surabaya dan sangat direkomendasikan di Indonesia. Untuk panduan cara melihat daftar harga sewa, Anda dapat cari tahu di link ini.

Vincent Maestro Office
Di Jalan Simo Pomahan Baru No. 3 Surabaya
Telp.031-7490971
+628123599790 | +6281938667567 | +6281330023665
+628113381388 | +62811329479

1 thought on “SOUND SYSTEM BASIC (Part 1) : BAGAIMANAKAH PROSES SUARA DAPAT TERCIPTA??”

  1. Pingback: SOUND SYSTEM BASIC (Part 2): MENGENALI SUMBER SUARA (Desired and Undesired) - Vincent Maestro Group

Leave a Comment